Tuesday, March 2, 2010

P4K - Pengamen, Pengasong, Pengemis dan Pelaku Kriminal

Pengamen
Ada cerita menyebalkan tentang pengamen akhir-akhir ini. Mereka sering kita temui di tempat-tempat makan K5 atau warung-warung makan sederhana dekat area perkantoran. Nah, sekarang-sekarang ini, mereka mulai menunjukkan gejala tidak menyenangkan. Bila mereka mengamen di suatu meja dengan ada 6 orang yang sedang makan, mereka akan menunggu 6 kali tanda usiran dari orang yang sedang makan, bila ternyata keberatan memberikan mereka uang.
Bayangkan, kalau yang makan di dekat kita bukan orang yang cepat tanggap atau merasa perlu mengangkat tangan tanda tidak akan memberi uang. Kita pasti akan tersiksa dengan nyanyian mereka, terutama jika ternyata suaran mereka tidak menyenangkan dan suara alunan petikan gitar mereka sumbang bin rombengan.
Pengemis
Ada cerita unik (tapi buatku itu menyesakkan), yang pernah saya alami beberapa tahun silam, di masa saya masih begitu naif memandang segala sesuatu. Suatu pagi, ketika saya dalam perjalanan ke kantor, mobil angkot yang saya naikin berhenti pas di lampu merah. Dan di bawah lampu merah biasanya saya melihat seorang pengemis, berpakaian kotor, lusuh dan tak terawat. Tapi pagi itu, dia tidak ada di sana. Pikirku, mungkin dia sudah mendapatkan pertolongan yang layak dan bisa hidup wajar. Tak lama seorang pria datang, membawa kantong kresek. Pakaian nya, walau bukan pakaian baru, tapi yang jelas bersih dan rapi, ada garis-garis pakaian yang disetrika. Seketika hati ini bertanya-tanya, ada apa dia kesana, dan duduk di sana. Jawaban nya mengejutkan dan menjengkelkan hati. Betapa tidak, dia berganti pakaian dengan pakaian kotor, lusuh dan compang-camping!!!
Astaga, ternyata dia yang sering berada di sana. Hati ini benar-benar mangkel, tapi aku hanya bisa diam seribu bahasa.
Sejak saat itulah, tidak ada lagi hati tergerak kepada makhluk yang namanya pengemis, selusuh dan sedekil apapun, cacat secacat apapun. Tidak ada kata kasihan, apalagi pingin berbagi kepada mereka. Walaupun mungkin ada benar-benar manusia yang tersia-sia di jalan, dan tak ada lagi jalan lain selain mengemis, tapi hati ini sudah terlanjur "mengeras".
Mereka tak ubahnya makhluk pemalas, pencari jalan cepat mencari sesuap nasi.
Mungkin sikap seperti itu ada di sekitar kita juga, dan sayangnya mereka tak berpakaian kotor, lusuh dan compang-camping, seperti layaknya seorang pengemis. Mereka ini berpakaian rapi dan wangi. Mereka ini yang justru lebih berbahaya. Sayangnya, terkadang kita sulit mendeteksi mereka. Mereka ibarat serigala berbulu domba.
Tapi inilah hidup, keras memang, tapi harus tetap kita jalani sampai waktu kita kembali pada Nya.

Thursday, December 10, 2009

Posting Akhir Tahun 2009

Lama tak menyentuh blog, baru hari ini aku bisa menyentuh blog lagi. Banyak hal terjadi sejak terakhir aku mempost artikel di blog ku ini.
Banyak duka, banyak air mata, banyak kejadian di sekitarku, banyak tawa, banyak canda dan lain2..
Tapi satu hal pasti, life is go on.....
Semoga kita menyongsong tahun 2010 dengan damai dan sejahtera....

Monday, November 2, 2009

When a man losing his faith, what the world can offer him?

Today, I feel like crying, my heart is aching, and nobody could do anything about it. Not that I care for someone to cure my heartache, but I need someone to be my shoulder to cry on, and lead me to the light. Meanwhile, I could not cry for help. My head is spinning, my mind is empty, and my soul is drying up. No man can help me now; I need some powerful source from above. But I don’t know if He would listen my crying, since I have been a bad boy. Even though I know those things are bad, nasty and yet I did it, I have been doing it since. I want my life to be straight; I want to walk in a straight line, with the light from above, with His hand hold mine. Will I be able to be straightened up without losing my soul, without putting myself in any kind of danger?

Monday, October 5, 2009

Save Orang Utan

Hari minggu kemarin, tanggal 4 October 2009, secara gak sengaja aku lewat Bundaran HI, dari arah Monas, sekitar jam 9 lewat sekian pagi. Ternyata di sana ada sekelompok orang sedang demo untuk menyelamatkan orang utan. Foto-foto berikut mudah-mudahan cukup informatif.

Sekiranya ada sesuatu yang bisa anda lakukan untuk ikut ambil bagian, silakan...

Friday, October 2, 2009

Berbatik di kantor Infotech

Hari ini, Jumat, tanggal 2 Oktober 2009, kami seluruh karyawan Infotech Solutions turut berbangga dengan Batik, yang per hari ini sudah diresmikan oleh Unesco menjadi salah satu warisan budaya asli Indonesia.
Ayo, mari kita gunakan batik, dan berbagai hasil karya bangsa sendiri. Berbanggalah dengan budaya bangsa sendiri.
Tidak cukup hanya hari ini, ayo kita galakkan semagat berbatik (atau produk kebudayaan Indonesia lainnya) tidak hanya hari ini saja. Satu hari tidaklah cukup.

Mari bersama-sama, seluruh bangsa dan negara Indonesia. Yang mengaku sebagai rakyat Indonesia, tanpa melihat dari suku dan ras apa, berbanggalah dengan batik. Mari kita tunjukkan pada dunia, kita bangsa yang bangga dengan kebudayaan kita, kita bangsa yang menghargai kebudayaan kita.
Ayo, gunakan pakaian daerah (tidak hanya batik), gunakan dengan bangga dan penuh penghargaan.

Majulah batik Indonesia, Majulah pengrajin batik Indonesia, Majulah kebudayaan Indonesia, Majulah Indonesiaku.....