Friday, July 23, 2010

Madness

When you think you are already on the way to madness, it is sad when you know you are going to be alone along the way. You think now it is you against the whole world. When you have to fight just to be happy about who you are, what you are, what you like, it is time for you to step aside from the world. Find your own world somewhere, where no one can find you. It seems it is your time to face the eternity life, isn't it? Yes, maybe you are right, but maybe you aren't. Anyhow, it is better for you to go, and make peace to yourself, instead of taking it to someone else. Take a deep breath, put on a smiley face, let go everything. You will be flying without any wing. Fly to the end. At the end, you don't have to feel anything, any pain, any sadness, any anger, any hatred, any pity, anything....
Believe me, you will find that place very quite, very peaceful, very warm. I have been there, I am there.
But as I always say, Trust no one, even yourself.
Take care....

Monday, July 5, 2010

Prinsip

Salahkah bila seseorang memiliki prinsip? Walaupun prinsip itu dianggap diluar kelaziman? Sepanjang prinsip itu tidak melukai siapapun termasuk pemilik prinsip, harusnya orang tidak memaksa pemilik prinsip untuk melepaskan prinsipnya kan?
Hari ini saya baru melihat undangan rekan kerja yang menikah. Undangan itu tergeletak begitu saja di meja rekan kerja lain, dalam kondisi sudah terbuka dan plastiknya pun dibiarkan terserak di dekatnya. Undangan itu ditujukan untuk rekan-rekan sekantor, pastinya termasuk saya. Tapi salahkah saya bila saya berfikir saya tidak mau datang. Hal ini sudah menjadi prinsip saya, kalau saya tidak melihat nama saya ada di lekatkan pada undangan pernikahan tersebut, saya tidak diundang. Kalau saya tidak diundang, mengapa saya harus datang.
Hanya karena undangan itu tergeletak dengan nama 'rekan-rekan sekantor' mereka merasa saya wajib datang? Pengundang jelas tidak menghargai saya, karena bahkan sepotong kalimat pun tidak terucap dari bibirnya, atau undangan itu diperlihatkan kepada saya, atau ketika ia mengundang lewat email, ia tidak berniat memastikan saya sudah melihat undangannya.
Kesimpulan : memang ia pada dasarnya tidak berniat mengundang saya. Jadi untuk apa saya repot-repot datang?
Salahkah saya memegang prinsip? Haruskah saya mengkompromikan prinsip? Hanya karena 'pertemanan', 'solidaritas' ??
Justru banyak hal buruk saat prinsip dikompromikan atas nama pertemanan, atas nama solidaritas. Lihatlah banyak kasus korupsi dipeti-eskan, bahkan sang pelapor yang dikucilkan, dipenjarakan. Semua itu karena kompromi terhadap prinsip atas dasar 'solidaritas', atas dasar 'pertemanan'.
Sekali lagi, salahkah saya memegan prinsip?

Friday, May 14, 2010

Department Store

Hari Kamis, tanggal 13 Mei 2010, Saya berjalan-jalan ke sebuah Mall di bilangan Jakarta. Di sana saya membeli sebungkus rokok di department store yang berada di lantai basement. Ketika menerima uang kembalian, saya sedikit "terpesona" karena saya baru saja "dipalak" oleh department store tersebut. Betapa tidak, harga barang dan uang kembalian ternyata tidak matching alias saya harus menerima kenyataan ada sebagian uang saya yang diambil secara paksa oleh si kasir. Nominal cukup kecil untuk ukuran siapapun. Tapi bayangkan betapa banyaknya uang itu secara kolektif, karena jumlah barang yang terjual di sana dalam satu hari. Mungkin untuk barang lain nilainya bisa berbeda, lebih kecil atau lebih besar.

Memang, membicarakan nilai uang secara per-kasus akan sangat kecil dan membuat banyak orang menanyakan kewarasan saya. Tapi marilah kita berpikir secara lebih luas. Bayangkan, jumlah barang di sana bisa mencapai ribuan item dan pembeli dalam satu hari untuk mall seukuran mall ini bisa mencapai ratusan (atau bahkan mencapai ribuan). Bisa dibayangkan uang yang diambil secara paksa oleh department store itu dalam satu hari, bayangkan juga bila diakumulasikan untuk satu bulan. Itu jumlah yang tidak kecil, dan diambil oleh mereka secara paksa. Karena tidak mungkin juga untuk kita meributkan uang sekecil itu di sana di depan kasir.

Adapun maksud dan tujuan saya menulis ini hanyalah mengetuk hati nurani para pemilik Department Store di mana saja, untuk mencari uang secara jujur dan halal. Bila memang anda berniat menjual barang dengan harga (misalkan) Rp 12.500,- maka taruhlah angka itu di label barang tersebut. Jangan menaruh label Rp 12.425,- atau Rp 12.450,- (atau angka yang lain) yang jelas-jelas nantinya para pengunjung akan anda paksa membayar Rp 12.500,-

Siapa sih yang akan selalu mengantungi uang recehan Rp 25 atau Rp 50 ? Bahkan uang receh Rp 100 pun kebanyakan orang sudah enggan mengantungi setiap saat kemana-mana.

Ayo, taruhlah dan pasang label harga yang memang tidak menipu konsumen dan tidak memaksa konsumen membayar lebih.

Wednesday, May 5, 2010

Nickelodeon Indonesia Kid's Choice Awards 2010

Source : www.globaltv.co.id

Nickelodeon
Indonesia


Kid's Choice Awards 2010


Live from Tennis Indoor Senayan, 9th May 2010, 07.00 PM, only on Global TV.



1. AKTRIS FAVORIT
  • SHIREEN SUNGKAR
  • LUNA MAYA
  • CINTA LAURA
  • NIKITA WILLY
2. AKTOR FAVORIT
  • DUDE HERLINO
  • ADLY FAIRUZ
  • RAFI AHMAD
  • TEUKU WISNU
3. PENYANYI WANITA FAVORIT
  • AGNES MONICA
  • CINTA LAURA
  • BUNGA CITRA LESTARI
  • GITA GUTAWA
4. PENYANYI PRIA FAVORIT
  • AFGAN
  • VIDI ALDIANO
  • ANANG
  • SAYKOJI
5. GRUP BAND FAVORIT
6. DUO/ GRUP PENYANYI FAVORIT
7. PEMBAWA ACARA FAVORIT
8. ATLET FAVORIT
9. PROGRAM KARTUN FAVORIT
10. WANNA BE




Thursday, April 15, 2010

Ayo kita hidup sehat, ayo kita hidup hemat

Ayo berhenti merokok...Ayo berantas rokok.... Rokok merusak kesehatan... Persempit ruang gerak dan ruang hidup rokok. Katakan tidak pada rokok. Rokok membuat kita kehilangan kesehatan, akal sehat, dan nurani.. Perokok menghalalkan segala alasan untuk merokok, tanpa mempedulikan aturan, tempat dan orang sekitar. Di depan bayi, anak kecil dan ibu menyusui, seorang pecandu rokok tega tetap merokok.

Ada banyak hal mengapa rokok harus dinyatakan sebagai bagian dari NAZA (Narkotika dan Zat Adiktif) :
  1. Rokok merusak kesehatan.
  2. Rokok membuat ketagihan (keinginan tiada henti untuk menghisapnya)
  3. Rokok membuat pecandunya kehilangan akal sehat dan menghalalkan segala alasan untuk tetap dapat menghisap rokok. Tanpa menghiraukan aturan, tempat, dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Di tempat di mana ada aturan “Dilarang Merokok”, mereka tetap merokok. Tempat yang tidak memungkinkan merokok, seperti dalam ruang tertutup dan ber-AC, mereka tetap merokok. Di sekitar mereka ada bayi, balita, anak-anak dan ibu menyusui, mereka tetap merokok. Akal sehat dan nurani mereka sudah tumpul.
  4. Hal lainnya adalah mereka menyodorkan berbagai alasan pribadi untuk membela keinginan mereka untuk merokok, seperti : mereka tidak bisa berfikir kalau tidak merokok, mereka tidak bisa focus kalau tidak merokok, mereka tidak bisa menemukan ide-ide kalau tidak merokok, mereka mumet, sumpek, dan tidak bisa berfikir jernih kalau tidak merokok. Hal-hal itu yang sebenarnya alasan tepat mengapa rokok harus dilarang dan diberantas.
  5. Rokok adalah “silent killer”. Kita sudah mengetahui efek samping rokok terhadap perokok pasif. Kita yang sehari-harinya dipaksa menghirup udara kotor dan tercemar asap rokok adalah orang-orang yang menjadi korban dari “silent killer”. Kita dicekoki racun setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun tanpa bisa mengelak. Racunnya mungkin dalam kadar kecil dan sedikit, tapi kalau terus menerus dan setiap saat, racun itu akan menumpuk di dalam tubuh kita tanpa harus menjadi pecandu rokok. Maukah kita menjadi korban seperti itu? Akankah kita akan membiarkan diri kita menjadi korban seperti itu? Atau akankah kita akan membiarkan anak-anak kita menjadi korban seperti itu? Meninggal karena ulah “mencari kenikmatan” orang lain?
  6. Rokok dibeli dengan uang dan rokok itu benda tanpa manfaat menguntungkan. Ayo kita hemat uang kita.
  7. Rokok menimbulkan polusi udara. Ayo kita bersihkan udara dengan tidak mencandu rokok.

Ayo kita hidup sehat, ayo kita hidup hemat.